REJOSO, Petani bawang merah di daerah Nganjuk sudah sangat
banyak. Hampir di seluruh kecamatan, ladang pertanian di tanami bawang merah.
Komoditi ini sangat menguntungkan bagi para petani karena harganya yang tinggi
di banding tanaman lain seperti padi. Disisi lain di nganjuk sudah terkenal
sejak dahulu mengenai pertanian bawang merahnya. Petani menjual hasil
pertaniannya ke pengepul bawang merah lalu di setorkan ke pasar – pasar.
Penjualan bawang merah tidak hanya di sekitar Nganjuk melainkan ke
Kalimantan,jakarta, sumatra. Di daerah nganjuk sendiri jarang di jumpai penjual
bawang merah di pasar, soalnya tidak ada yang membeli, karena pembeli memilih membeli
bawang merah di petaninya langsung. Namun disisi lain petani resah dengan
mewabahnya hama yang menyerang tanaman bawang merah. Hama berkembang biak
sangat cepat sedangkan pestisida untuk membasminya sangat mahal dan menyebabkan
penghasilan petani menurun. Tetapi petani di daerah Nganjuk tepatnya di desa
Puhkerep kecamatan rejoso punya cara tersendiri untuk membasmi hama yang
efisien dan ramah lingkungan, yaitu dengan sistim penerangan dengan lampu
maupun obor api. Caranya sangat mudah tetapi hanya bisa di lakukan di malam
hari ketika gelap. Cara kerjanya yaitu dengan lampu yang terang dan di bawahnya
ditaruh ember yang diisi air dan minyak goreng. Cara kerja dari sistim ini,
hama akan berkumpul di lampu yang terang dan nantinya akan jatuh ke ember, soalnya
hama menyukai sesuatu yang terang. namun ada kendala bagi petani yang sawahnya
jauh dari sumber listrik. Untuk mengakalinya petani bisa menggunakan penerangan lain, misal petromak,obor, dll.
Dengan demikian petani bisa menghemat pengeluaran untuk pestisida dan
menjadikan tanaman bebas pestisida.
Oleh : Lindung W
Nim : 10.1.01.07.0101
No comments:
Post a Comment