Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa
(PN) : Pencak Dor Ajang Silaturrahmi
Gempol - Minggu, 4/5. Perguruan pencak silat Pagar
Nusa
memiliki agenda tahunan yang cukup unik yaitu tarung bebas atau Pencak Dor. Acara tersebut
diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di wilayah Nganjuk. Ratusan
pesilat dari perguruan Pagar Nusa tumpah ruah mendatangi desa Gempol, Rejoso,
Nganjuk untuk berlaga dan menyaksikan aksi tarung bebas para peserta dan warga
umum.
Saat bertarung peserta diperbolehkan dengan bebas
mengunakan pukulan, tendangan dan membanting lawan bahkan memukul lawan dari
belakang, namun peserta dilarang memukul menggunakan senjata apapun. Pertarungan
yang memacu adrenalin lelaki ini benar-benar dimanfaatkan oleh para petarung
dengan mengerahkan segala kemampuan untuk beradu kekuatan. Bahkan terkadang pukulan,
tendangan, hingga cakaran tangan kerap mendarat di wajah masing-masing peserta.
Salah satu peserta yang ikut bertarung mengaku
dirinya tak takut saat bertanding di atas panggung. “Pertarungan ini
hanya untuk mengasah mental dan mengukur kemampuan. Saya tidak ada persiapan
khusus menjelang bertarung,” terang Djito (26) salah satu peserta yang juga
anggota Pagar Nusa.
Umumnya, usai bertarung para peserta
kemudian saling berjabat tangan dan saling peluk sebagai tanda perdamaian untuk
menjaga silaturahmi antar petarung. Para peserta diharapkan tidak menaruh
dendam yang berujung pada pertarungan di bawah panggung. Hal ini membuktikan acara
Pencak Dor tidak hanya semata adu kekuatan tetapi juga memiliki pengaruh
positif yaitu sebagai ajang silaturrahmi bagi para pesertanya. (MAF)
Oleh : Melati Afifah F
No comments:
Post a Comment