WADUK PENANDA BANJIR
Di sebuah desa Sumber agung terdapat
sebuah waduk yang letaknya disebuah sawah warga jarak untuk mencapai waduk
tersebut sekitar 2 km untuk mencapai waduk tersebut bisa ditempuh dengan
kendaraan bermotor ataupun jalan kaki, warga sekitar biasa menyebutnya dengan
waduk Sumber agung sesuai dengan nama desanya. Waduk tersebut sudah ada sekitar
25 tahun yang lalu. Waduk tersebut adalah sebagai tempat penampungan air untuk
irigasi sawah-sawah warga sekitar dan banyak ikan di waduk tersebut sehingga
banyak warga yang sering memancing ikan di waduk. Menurut cerita warga waduk
tersebut sudah memakan korban sekitar 2 orang korban.“ Korban pertama ada anak
Surabaya yang ikut temannya liburan di desa Sumberagung, sudah dibilangi nggak
usah ikut renang tapi anak Surabaya tersebut tetap mengelak akhirnya anak
tersebut hilang dan sempat ditemukan dalam waktu 3 hari. Korban yang ke 2 itu
ada anak kecil terpeleset di sekitar waduk tersebut dan akhirnya pun juga tidak
ditemukan. menurut salah satu warga jika bukan asli warga sumber agung tidak
boleh mendekat atau pun mandi di waduk tersebut,banyak warga sekitar yang tidak
pernah berkunjung di waduk tersebut dikarenakan waduk tersebut terkenal angker.
Setelah adanya kejadian- kejadian aneh
tersebut waduk Sumber agung selalu banjir dan banyak ikan –ikan besar di sana
tetapi para warga tidak berani makan gara-gara ada beberapa korban yang
meninggal di waduk tersebut, makanya kalau setiap ada korban pasti desa
Sumberagung ini banjir, banyak warga yang menyebutnya waduk penanda banjir.
Oleh karena pada saat bersih desa waduk tersebut selalu diberi sesajen oleh
warga sekitar sesuai dengan kepercayaan warga sekitar dan sudah menjadi sebuah
tradisi setiap tahunnya, bersih desa memberikan sesajen pada ketua sanggrahan
disebut dengan mbah danyang dan mbah
jendro yang merupakan sesepuhan dari warga tersebut.
oleh: Nur Cahyaningrum
Nim : 10.1.01.07.0136
No comments:
Post a Comment