TRIK CAH NDESO

May 19, 2014


WADUK PENANDA BANJIR




Di sebuah desa Sumber agung terdapat sebuah waduk yang letaknya disebuah sawah warga jarak untuk mencapai waduk tersebut sekitar 2 km untuk mencapai waduk tersebut bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor ataupun jalan kaki, warga sekitar biasa menyebutnya dengan waduk Sumber agung sesuai dengan nama desanya. Waduk tersebut sudah ada sekitar 25 tahun yang lalu. Waduk tersebut adalah sebagai tempat penampungan air untuk irigasi sawah-sawah warga sekitar dan banyak ikan di waduk tersebut sehingga banyak warga yang sering memancing ikan di waduk. Menurut cerita warga waduk tersebut sudah memakan korban sekitar 2 orang korban.“ Korban pertama ada anak Surabaya yang ikut temannya liburan di desa Sumberagung, sudah dibilangi nggak usah ikut renang tapi anak Surabaya tersebut tetap mengelak akhirnya anak tersebut hilang dan sempat ditemukan dalam waktu 3 hari. Korban yang ke 2 itu ada anak kecil terpeleset di sekitar waduk tersebut dan akhirnya pun juga tidak ditemukan. menurut salah satu warga jika bukan asli warga sumber agung tidak boleh mendekat atau pun mandi di waduk tersebut,banyak warga sekitar yang tidak pernah berkunjung di waduk tersebut dikarenakan waduk tersebut terkenal angker.

Setelah adanya kejadian- kejadian aneh tersebut waduk Sumber agung selalu banjir dan banyak ikan –ikan besar di sana tetapi para warga tidak berani makan gara-gara ada beberapa korban yang meninggal di waduk tersebut, makanya kalau setiap ada korban pasti desa Sumberagung ini banjir, banyak warga yang menyebutnya waduk penanda banjir. Oleh karena pada saat bersih desa waduk tersebut selalu diberi sesajen oleh warga sekitar sesuai dengan kepercayaan warga sekitar dan sudah menjadi sebuah tradisi setiap tahunnya, bersih desa memberikan sesajen pada ketua sanggrahan disebut dengan  mbah danyang dan mbah jendro yang merupakan sesepuhan dari warga tersebut.

 oleh: Nur Cahyaningrum
Nim : 10.1.01.07.0136

No comments:

Post a Comment