BY. LINDA SRININGSIH
SEJARAH ANGKLUNG Dalam sebuah cacatan Wikipedia angklung merupakan alat
musik multitonal (bernada ganda) yang secara tradisional berkembang dalam
masyarakat berbahasa sunda di Jawa barat. Alat musik ini dibuat dari bambu,
dibunyikan dengan cara digoyangkan (bunyi disebabkan oleh benturan badan pipa
bambu) sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3,
sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Dan tak perlu jauh
jauh dating ke Jawa barat untuk mengetahui bagaimana music angklung. Di
Yogyakarta tepatnya dikawasan malioboro hampir bisa dipastikan setiap harinya
terdapat pengamen angklung yang menghiasi kawasan ini.disepanjang jalan
malioboro bisa didapati hampir lebih dari 3 group pengamen angklung yang selalu
menghibur para pengunjung. Biasanya para pengamen ini mulai beraksi sekitar
pukul 17.00 hingga pukul 21.00 WIB. Selain sebagai ajang untuk mengais rizki
para pengamen ini juga sedikit banyak berjasa dalam meramaikan kawasan ini
sehingga tak sedikit para pengunjung yang berhenti untuk menikmati alunan music
angklung.
SEJARAH ANGKLUNG Jika diamati dalam menarik pengunjung ada banyak cara yang
dilakukan oleh para musisi jalanan ini, diantaranya, jarak antar satu pengamen
satu dengan pengamen lainya relative cukup startegis artinya tidak terlalu
dekat dan tak terlalu jauh, hal ini dilakukan supaya persaingan antar satu grup
dengan grup lainya dapat berjalan dengan sehat. Selain itu jika jarak terlalu
dekat maka suara yang dihasilkan kurang bisa dinikmati karena saling berbenturan,
lalu dalam hal variasi alat music serta pilihan lagu yang dipilih pun beragam
antara satu grup dengan grup lain, ada sebagian grup yang hanya menggunakan
sedikitnya 5 personel dengan 5 jenis alat music, adapula yang menggunakan lebih
dari 5 alat. Yang paling menonjol ialah group yang menggunakan music pukul
(selain angklung) berupa ketepung dan dram mini maka suara yang dihasilkan
serta uansanya berbeda. Grup yang menggunakan ketepung sebagai alat pukul inti
kebanyakan lagu yang dibawakanpun bernuansa koplo dangdut atau campursari, tapi
grup yang menggunakan alat pukul inti dengan drum mini maka lagu yang dibawakan
lebih bernuansa lagu lagu pop dsb. Hal lain yang juga menjadi daya tarik ialah
seragam yang mereka gunakan, hampir semua grup punya seragam tersendiri baik
itu seragam grup maupun sragam dari sponsor, hal ini bertujuan untuk menunjukan
satu kesatuan grup yang solid, pengunjung yang menyaksikan pun dapat membedakan
antara crew dari grup angklung dengan pengunjung.
Sebisa mungkin mereka para pengamen angklung bersaing secara
sehat, maka berbagai inovasipun diluncurkan seperti grup angklung Mahardika
yang merupakan salah satu grup angklung yang biasa beraksi, selain dengan music
angklung untuk menarik perhatian pengunjung mereka juga menggunakan penari,
dalam tarianya dihadapan pengunjung biasa diiringi oleh angklung sehingga hal
ini dapat memancing pengunjung yang ada untuk sejenak berhenti dan menyaksikan
grupnya beraksi serta bagi pengunjung yang suka berjoget biasanya juga ikut
joget bersama dengan penari tersebut, dari situ kemudian tercipta suatu
keramaian tersendiri, jadi hiburan yang disajikan tidak hanya dari music tapi
njuga darinpenari tersebut. Ataupun dengan cara request lagu, para pengunjung
dipersilahkan untuk request lagu kepada group angklung, jika lagu yang
diinginkan bisa mereka bawakan maka request tersebut bisa langsung dilayani.
Selain penari dan alat music, inovasi yang di lakukan ialah menjemput bola,
kalau biasanya para pengamen angklung ini hanya sekedar menaruh kotak diatas kursi
kemudian meletakkanya didepannya sebagai wadah bagi pnegunjung yang ingin
memberikan apresiasi layaknya pengamen lainya, maka adapula yang menggunakan
cara menjemput bola yakni dengan membawa kotak tersebut lalu mendatangi para
pengunjung satu persatu, dan tidak menunggu pengunjung yang harus dating
kehadapan mereka lalu memberikan uang tapi pengunjung bisa dengan mudah
memberikan apresiasi tanpa harus berjalan kekotak tersebut.
Akhirnya, pengamen angklung yang berada di kawasan Malioboro
Yogyakarta selain sebagi wujud representasi dari Jogja sebagai kota budaya,
juga memberikan hiburan bagi setiap pengunjung malioboro Yogyakarta sebagai
kota wisata, sehingga selain terhibur para pengunjung juga akan mempunyai kesan
tersendiri setelah berkunjung ke Yogyakarta terlebih saat mengunjungi kawasan
malioboro. Berbagai upaya terus dilakukan oleh para musisi angklung untuk
menarik minat para pengunjung, dari mulai sragam, alat music, penari, dan upaya
lain yang belum sempat tertuang dalam hasil observasi ini. Apresiasi setinggi
tingginya setidaknya perlu diberikan kepada mereka para musisi angklung karena
sedikit banyak telah berjasa meramaikan kawasan ini serta memberi hiburan bagi
para pengunjung kawasan malioboro.SEJARAH ANGKLUNG
No comments:
Post a Comment