KEPULAN ASAP PEMANIS MATA
KEPULAN ASAP PEMANIS MATA Semakin malam suasana
Jogja khususnya Malioboro bukan berkurang namun tetap padat pengunjung. Di sana
pengunjung tidak hanya dapat memuaskan hasrat belanja saja, kita juga dapat
menikmati alunan musik jalanan serta wisata kuliner. Ada berbagai macam kuliner
yang dijajakan dari yang bisa dibuat oleh-oleh maupun yang bisa dimakan
ditempat, salah satunya sate.
Di beberapa emperan
sepanjang jalan malioboro kita akan disuguhi pemandangan
asap yang mengepul dari pembakaran sate. Jika kita berminat, maka cukup
mengeluarkan uang Rp 10.000,00 maka kita akan mendapatkan satu porsi sate
lengkap dengan lontong. Sate ini biasanya disantap sebagai makanan santai sambil
duduk-duduk menikmati suasana indah yang terdapat di sekitaran jalan Malioboro. Biasanya,
penjual sate ayam khas Malioboro ini terletak di ujung selatan jalan Malioboro,
didepan Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta. Sate ayam khas
malioboro ini biasanya disajikan dengan cara sederhana dan praktis, bertempatkan
koran yang dilapisi dengan bungkus nasi yang dilipat seperti corong.
KEPULAN ASAP PEMANIS MATA Pedagang biasanya sengaja
menjual makanan dekat dengan tempat wisatawan yang beristirahat, dan tempat
tersebut dapat dikatakan sebuah taman sangat kecil di pinggiran jalan
Malioboro, dari kesempatan itulah para penjual makanan ini beraksi untuk
menawarkan produk mereka pada wisatawan yang beristirahat. Terkadang kita juga
dapat melihat pedagang yang menaruh pindah tempat berjualan dengan memikul
peralatan dagangnya di atas kepala.
Agar lebih nikmat,
kita dapat menikmati sate ayam Malioboro dengan mendengarkan lagu dari pengamen
yang biasa menghibur di sana.KEPULAN ASAP PEMANIS MATA
Ni’mah Umi Zar’in
10.1.01.07.0126
No comments:
Post a Comment