Krisis Air Bersih
Menurut penuturan Paini, (50), warga setempat, setiap hari selama musim kemarau tahun ini sedikitnya 375 KK harus rela berjalan kaki sekadar untuk mendapatkan air bersih sepanjang dua kilometer dari rumahnya. Dengan membawa jirigen atau pun ember, warga berebut air bersih yang berlokasi di tengah areal persawahan tersebut.
"Sudah dua bulan mengambil
air di sawah, sejak sumur mulai kering," keluh Paini, Kamis, (1/05) pukul
11.00 WIB.
Lanjut Paini, di tengah areal persawahan tersebut ada beberapa sumur yang biasa dimanfaatkan warga untuk mengairi sawah. Lantas oleh warga, sumber air tersebut disedot menggunakan pompa air untuk memenuhi kebutuhan memasak dan minum. Hanya saja, stok air terbatas, warga yang sejak lama antre terpaksa ada yang pulang tanpa membawa air.Krisis Air Bersih
Lanjut Paini, di tengah areal persawahan tersebut ada beberapa sumur yang biasa dimanfaatkan warga untuk mengairi sawah. Lantas oleh warga, sumber air tersebut disedot menggunakan pompa air untuk memenuhi kebutuhan memasak dan minum. Hanya saja, stok air terbatas, warga yang sejak lama antre terpaksa ada yang pulang tanpa membawa air.Krisis Air Bersih
"Ada yang lama antre, tapi airnya sudah habis, terpaksa pulang lagi," tegas Paini yang mengaku beberapa kali pulang tanpa membawa air bersih.
Kondisi sumber air yang menipis membuat warga harus banyak menghemat air sumur di tengah sawah tersebut. Bahkan banyak di antara warga yang rela tidak mandi selama dua bulan terakhir ini. Kalau pun mandi, terpaksa hanya satu kali sehari. "Karena takut sumber air habis, banyak yang tidak mandi, kadang mandi sehari satu kali saja," katanya.
Selain mengeluhkan kondisi air bersih yang semakin sulit didapat, warga juga minta adanya pembangunan sarana MCK (mandi, cuci, dan kakus). Masalahnya di desa yang satu ini banyak warga yang tidak memiliki WC (kakus), dan biasanya untuk keperluan buang air besar mereka harus pergi ke sungai atau pun sawah.Krisis Air Bersih
Kendati kekurangan air sudah berjalan selama dua bulan, namun belum ada perhatian dari pemerintah daerah untuk menyuplai air bersih ini. Untuk itu, ratusan KK ini meminta pemerintah daerah segera mengedrop air bersih. "Kalau tidak segera didrop air, warga sangat kebingungan untuk kebutuhan masak dan minum," ujar Paini. Krisis Air Bersih
oleh : Luluk alfiatin
No comments:
Post a Comment