Mengais Risky Demi Kebahagiaan AnakYogyakarta- Berdagang sudah menjadi salah satu
kegiatan rutin bagi Bu Sarinem, 58 tahun. Beliau sudah berjualan hampir 10
tahun, dan asli penduduk Yogyakarta. Berdagang menjadi salah satu upaya untuk
menyambung hidup dan membantu perekonomian keluarganya. Suami Bu Sarinem hanya
tukang becak, yang berumur 65 tahun sedangkan beliau harus menyekolahkan ke 8
anaknya walaupun beliau sendiri tidak pernah bersekolah tapi ke 8 anaknya harus
merasakan dunia pendidikan dan menjadi anak yang dapat di banggakan. Mengais Risky Demi Kebahagiaan Anak Kesabaran,
usaha, ketelatenan dan juga doa menjadi kunci utama bagi Bu Sarinem menjajakan
jualannya setiap hari. Meskipun pembeli tak selamanya seperti yang diharapkan
tetapi beliau tetap sabar dan menawarkan jajanannya kepada wisatawan yang lewat
di depan tempat beliau berjualan.Harapan serta impian untuk bisa membahagiakan
anak-anaknya menjadi semangat tersendiri untuk bisa tetap tersenyum walaupun
beliau merasakan capeknya mencari risky setiap hari. Setiap pukul 08:00 s/d
21:00 WIB Bu Sarinem berjualan dengan ditemani suami. Beliau berjualan buah
jeruk, salak, bakpia, dodol, dan lain sebagainya. Saingan dalam berjualan di
alon-alon Yogyakarta tak menjadikan halangan untuk mengais risky. Sabar, usaha,
ketelatenan, dan doa modal utama untuk mengais risky yanh halal dan barokah.
26/2014 Mengais Risky Demi Kebahagiaan Anak
No comments:
Post a Comment