TRIK CAH NDESO

Jul 14, 2014

Mengais Risky Demi Kebahagiaan Anak

Mengais Risky  Demi Kebahagiaan AnakYogyakarta- Berdagang sudah menjadi salah satu kegiatan rutin bagi Bu Sarinem, 58 tahun. Beliau sudah berjualan hampir 10 tahun, dan asli penduduk Yogyakarta. Berdagang menjadi salah satu upaya untuk menyambung hidup dan membantu perekonomian keluarganya. Suami Bu Sarinem hanya tukang becak, yang berumur 65 tahun sedangkan beliau harus menyekolahkan ke 8 anaknya walaupun beliau sendiri tidak pernah bersekolah tapi ke 8 anaknya harus merasakan dunia pendidikan dan menjadi anak yang dapat di banggakan. Mengais Risky  Demi Kebahagiaan Anak Kesabaran, usaha, ketelatenan dan juga doa menjadi kunci utama bagi Bu Sarinem menjajakan jualannya setiap hari. Meskipun pembeli tak selamanya seperti yang diharapkan tetapi beliau tetap sabar dan menawarkan jajanannya kepada wisatawan yang lewat di depan tempat beliau berjualan.Harapan serta impian untuk bisa membahagiakan anak-anaknya menjadi semangat tersendiri untuk bisa tetap tersenyum walaupun beliau merasakan capeknya mencari risky setiap hari. Setiap pukul 08:00 s/d 21:00 WIB Bu Sarinem berjualan dengan ditemani suami. Beliau berjualan buah jeruk, salak, bakpia, dodol, dan lain sebagainya. Saingan dalam berjualan di alon-alon Yogyakarta tak menjadikan halangan untuk mengais risky. Sabar, usaha, ketelatenan, dan doa modal utama untuk mengais risky yanh halal dan barokah. 26/2014   Mengais Risky  Demi Kebahagiaan Anak

No comments:

Post a Comment