TABRAKAN
MAUT DI REJOSO
Nganjuk, 26 april 2014 kecelakaan maut menimpa seorang pegawai
bank keliling yang mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi AG 4566 XA yang
menabrak truk yang di kemudikan oleh agus warga Surabaya.
Mula - mula kejadianya sekitar pukul 16.00 , dari arah
utara melaju kencang pengendara sepeda motor yang di kendarai oleh asep warga
sonopatik kecamatan berbek yang sedang melakukan perjalanan dari arah
bojonegoro menuju nganjuk yang sedang mendahului seorang petani yang membawa
rumput,tanpa disadari dari arah selatan juga terdapat sebuah truk yang sedang
mengangkut genting yang juga mendahului sepeda motor yang ada di depanya.
karena sama - sama menghindari pengendara di
depanya,pengendara motor pun tidak bisa mengendalikan sepeda motornya dan membuatnya
oling hingga menabrak ke demper truk dan menewaskan pengendara sepeda motor di
tkp, tepatnya di desa musir kidul kecamatan rejoso.warga sekitar pun sempat
kaget dengan adanya kecelakaan tersebut.
Budi salah satu warga yang melihat kejadian tersebut
mengatakan bahwa di jalan antar kota tersebuat sering terjadi kecelakaan sampai
menewaskan pengendaranya, pemicunya adalah kecepatanya yang tinggi dan jalan
antar kota yang sempit atau kurang lebar.
“Saya sendiri sudah
tidak bisa menghindari mas, motornya di kemudikan dengan kecepatan tinggi” ujar
agus pengemudi truk, agus bersama kernet truk pun hanya bisa pasrah dengan kejadian
ini,dan menyarahkan semuanya pada pihak yang berwajib,kejadian ini pun di
tangani oleh lakalantas polsek rejoso.
Npm : 10.1.01.07.0104
Upacara atau ritual adat masyarakat Mojoseto tersebut selalu digelar satu tahun sekali. Peserta yang mengikuti acara tersebut adalah seluruh masyarakat desa Mojoseto dan juga tetangga desa sekitar Mojoseto. Masyarakat yang datang dalam ritual tersebut biasanya ingin mencari berkah.
Dimakam itu setiap Jumat Pahing atau saat bersih Desa, yang biasanya dipercayai orang untuk membersihkan desa agar selamat dunia akhirat, kebiasaan yang dilakukan dengan warga desa Kalangan adalah membuat slamatan didesa kalangan dan hasil masakan masyarakat dimakan bersama masyarat setempat.
Dalam makam kepunden itu ada dua makam yaitu makam Nyi Sendi dengan Cokro Udo dan di makam Nyi Sendi biasanya dijadikan tempat untuk bersih desa itu dan dalam program KKN kelompok 63 ada program mengecat kepunden, awalnya kita takut menginjak kepunden itu tapi setelah ditanyakan oleh juru kunci yang bernam bapak Sumarto yang berusia kurang lebih 83 tahun.
Oleh : M IskandarNpm : 10.1.01.07.0104
No comments:
Post a Comment