Mitos masih selalu berkembang di masyarakat dari masa ke masa,
dijaman moderen sekarng masih banyak orang yang mempercayai mitos, hal ini
terbentuk akibat kepercayaan dimasa lampau yang dipercauyai oleh nenek moyang.
Banjarejo kecamatan Rejoso kabupaten Nganjuk
salah satunya, masih mempercayai
mitos suatu kejadian. Suatu mitos
dipercayai karena itu merupakan kepercayaan dari nenek moyang terdahulu. Salah satu
mitos yang masih dipercaya di desa tersebut
adalah penyediaan sesajen setiap malam jum’at untuk sebuah jembatan tua yang
dianggap warga keramat. “ memang dari dulu seperti itu mbak, dari mbah-mbah
dulu setiap malem jum’at harus mengirim sesajen berupa nasi dan telur ayam
kampung, kopi, gula dan bumbu-bumbu dapur” ujar pak Minto warga sekitar.
Banyak
kejadian-kejadian yang aneh terjadi apabila sesajen tersebut tidak diberikan “
pernah terjadi angin yang kencang dan jembatan sempat bergoyang semacam mau
roboh salah satu warga sempat melihatnya,i ni karena warga yang mendapat
giliran mengirim sesajen tidak mengirimnya karena lupa. Hal tersebut juga
dibenarkan oleh warga lain.Kejadian tersebut
dipercaya warga sebagai bentuk kemarahan penunggu jembatan. Sejak kejadian itu
tidak pernah adalagi warga yang tidak mengirim sesajen” ujar pak minto lagi.
Pengiriman sesajen dibuat bergilir antar warga, warga yang tak sanggup atau tak
bisa menyediakan sesajen harus membayar orang lain untuk menyediakannya.
Kepercayaan seperti ini sangat dipercaya oleh warga sekitar dan di wariskan
terhadap anak cucu mereka agar terjaga keselamatan khususnya keluarga dan warga
semua.
Mitos masih selalu berkembang di masyarakat dari masa ke masa, dijaman moderen sekarng masih banyak orang yang mempercayai mitos, hal ini terbentuk akibat kepercayaan dimasa lampau yang dipercauyai oleh nenek moyang. Banjarejo kecamatan Rejoso kabupaten Nganjuk salah satunya, masih mempercayai mitos suatu kejadian. Suatu mitos dipercayai karena itu merupakan kepercayaan dari nenek moyang terdahulu. Salah satu mitos yang masih dipercaya di desa tersebut adalah penyediaan sesajen setiap malam jum’at untuk sebuah jembatan tua yang dianggap warga keramat. “ memang dari dulu seperti itu mbak, dari mbah-mbah dulu setiap malem jum’at harus mengirim sesajen berupa nasi dan telur ayam kampung, kopi, gula dan bumbu-bumbu dapur” ujar pak Minto warga sekitar.
Oleh : Binti Rofikoh
Nim : 10.1.01.07.0210
No comments:
Post a Comment