TRIK CAH NDESO

May 3, 2014

PROGRAM KB

PROGRAM KB DI DESA”MONYET”


KB atau Keluarga Berencana merupakan salah satu program yang bertujuan mengatasi kepadatan penduduk. Program ini sudah mulai digalakan pada masa kepemimpinan presiden Soeharto. Saat itu penduduk di Indonesia sudah termasuk dalam peringkat empat dunia. Dengan luas wilayah yang kurang sepadan dengan jumlah penduduk, maka sudah dapat dipastikan bahwa ledakan penduduk dapat terjadi di negara kita.
Untuk itu pemerintah Orde baru segera melaksanakan program KB untuk mengurangi jumlah penduduk, dengan  cara menenkan angka kelahiran. Cara ini cukup efisien bagi penduduk desa, karena mereka diharuskan memiliki dua anak saja. Bagi penduduk desa, seperti desa Mojo Seto program KB cukup membantu angka kelahiran yang biasanya cukup tinggi. Desa Mojo Seto masuk dalam wilayah kabupaten Nganjuk. Desa ini lebih sering dijuluki sebagai desa “monyet”. Hal ini dikarenakan di desa tersebut terdapat komunitas monyet yang terdapat di makam desa.


Populasi penduduk di desa Mojo Seto dari tahun ke tahun tidak mengalami perubahan yang berarti. Hal ini dapat dilihat dari jumlah penduduk yang hanya mencapai delapan ratus jiwa pertahun. Pak Iwan selaku kepala desa mengatakan bahwa program KB di desa ini sangat berhasil. Masyarakat di desa ini sadar untuk membentuk keluarga yang sejahtera, mereka hanya memiliki dua anak saja.
Keberhasilan tersebut tetap terjaga walaupun angka nikah muda di desa ini cukup tinggi. Menurut bapak Iwan rata-rata perempuan di desa ini menikah setelah lulus SMP. Hal ini tentu dapat menjadi penghalang program KB. Tetapi akhir-akhir ini warga Mojo Seto banyak anak-anak muda di desa ini setelah lulus SMP bekerja. Mereka kebanyakan bekerja di luar kota dan berhasil mengadu nasib di sana.
Dengan banyaknya pengaruh bekerja di kota membuat para orang tua tidak terburu-buru menikahkan anaknya pada usia muda. Dari pemikiran masyarakat yang sudah mulai dinamis, membuat angka kelahiran di desa Mojo Seto tetap terkendali. Sehingga kepadatan penduduk tidak terjadi. Berhasilnya program KB ini tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi warga desa Mojo Seto itu sendiri.
Jika jumlah penduduk dan luas tanah seimbang, maka ledakkan penduduk yang biasa terjadi di kota-kota besar tidak berimbas di desa. Karena sejatinya lahan di desa kebanyakan difungsikan sebagai lahan pertanian. Lahan pertanian ini yang menghasilkan sumber pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik desa itu sendiri maupun masyarakat kota. Oleh karena itu diharapkan lahan di daerah pedesaan tidak terus berkurang untuk pemukiman. Dengan adanya program KB yang bisa menekan angka kelahiran ini dapat juga difungsikan untuk menyejahterakan masyarakat.


Oleh: Linda Handayani

























No comments:

Post a Comment