Nganjuk, karangsemi 8-06-2014 sebagai
pusat penghasil bawang merah bisa dikatakan mengalami kesuksesan. Namun harga
komoditas ini semakin merosot.
Hal ini terjadi karena petani tidak melakukan pola tanam serentak,
setahun dua kali, namun sekarang petani menanam setiap pergantian masa hidup
tanam.
Artinya, setiap saat petani menanami lahannya bawang merah.
Sebelumnya petani mengkombinasi, setelah bawang merah diseling Jagung atau
kedelai kemudian bawang merah.
“Sekarang sudah hampir setahun ini petani di sentra lokasi menanam
bawang merah terus-menerus,” kata Penyuluh Lapangan UPTD Dinas Pertanian
Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sumpito, Sabtu (01/05/2014).
Menurutnya, keuntungan dari pola tanam yang demikian itu memang
ketersediaan bawang merah jadi tercukupi setiap saat tapi dampak negatifnya
harga semakin anjlok karena petani menjualnya dalam kondisi masih basah.
“Mereka terpaksa menjual dalam kondisi basah karena keterbatasan
modal yang dimiliki, kalau modal disimpan maka petani tidak bisa menanam lagi,
karena modalnya tertahan,” jelasnya.
Sebenarnya,lanjut Sumpito,ini bisa diatasi dengan cara, adanya
pelipatan permodalan petani dengan memanfaatkan bantuan dana perbankan.
“Sementara ini petani masih belum memiliki akses permodalan
perbankan, karena keterbatasan informasi,” ungkapnya.
Padahal banyak perbankan yang telah menyediaakan dana cadangan
modal usaha.”Kita akan berupaya berdayakan mereka melalui kelompok- kelompok
tani yang ada,” pungkas Sumpito.
“Sekarang sudah hampir setahun ini petani di sentra lokasi menanam bawang merah terus-menerus,” kata Penyuluh Lapangan UPTD Dinas Pertanian Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Sumpito, Sabtu (01/05/2014).
Menurutnya, keuntungan dari pola tanam yang demikian itu memang ketersediaan bawang merah jadi tercukupi setiap saat tapi dampak negatifnya harga semakin anjlok karena petani menjualnya dalam kondisi masih basah.
“Mereka terpaksa menjual dalam kondisi basah karena keterbatasan modal yang dimiliki, kalau modal disimpan maka petani tidak bisa menanam lagi, karena modalnya tertahan,” jelasnya.
Sebenarnya,lanjut Sumpito,ini bisa diatasi dengan cara, adanya pelipatan permodalan petani dengan memanfaatkan bantuan dana perbankan.
NAMA: Ratih putri palupi.
No comments:
Post a Comment