TRIK CAH NDESO

May 8, 2014

Tradisi yang Masih Berkembang di Dusun Jeruk Wangi

Tradisi yang Masih Berkembang  di  Dusun Jeruk Wangi



Dusun Jeruk Wangi salah satu dusun di desa Banjar Dowo  yang subur, dusunnya dikelilingi persawahan yang luas yang semuanya milik warga. Masyarakat dusun jeruk wangi umumnya bermata pencaharan sebagai petani, masyarakatnya masih menjaga adat kebiasaan gotong-royong dan juga guyup rukun, juga ramah-tamah buktinya ketika saya dan teman-teman KKN diterima dengan baik. Sayang jalan masuk ketempat KKN  belum di aspal, tetapi sudah dimakadam, diwaktu pagi dusun terasa sepi karena banyak orang-orang yang pergi bekerja disawah sampai sore hari.dusun tersebut ramai ketka pukul 16.00 WIB sampai menjelang magrib, setelah itu sepi kembali hamper semua pintu ditutup karena banyak warganya yang lelah bekerja disawah hamper seharian penuh, kalaupun ada yang buka hanya sebagian dan morang-orangnya duduk-duduk dmuka rimah berserta keluarganya. Seperti dusun yang tak berpenghuni, di dusun jeruk wangi jarang ada warung atau kedai, juga jarang ada took pracangan yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, kalau ingin membeli kebutuhan pokok harus pergi kekota yang jaraknya 5 KM.
Masyarakat dusun jeruk wangi menjunjung tinggi adat kebiasaan yang ampai saat ini masih dipertahankan, apabila ada oran yang punya hajatan baik pernikahan aupun khitanan cara nonk                      ( bahasa jawa) menhantar makanan pada tetangga sangat unik dan betul-betul berbeda denan orang kota.
Makanan itu ditempatkan dipiring-piring dan diletakkan diatas nyiru atau tampah (bahasa jawa) dan dibawa di atas kepala dengan berjalan  dari satu rumah erumah padahal jumlahnya cuku anyak dan jaraknya jauh sekali, hal ini membuktikaan masyarakat dusun jeruk wangi desa banjar dowo hidupnya rukun dan kegiatan gotong-royong masih dipertahankan, hal-hal semacam inilah yang menarik di dusun  jeruk wangi desa banjar dowo kecamatan Lengkong Kabupaten Nganjuk.
setelah itu sepi kembali hamper semua pintu ditutup karena banyak warganya yang lelah bekerja disawah hamper seharian penuh, kalaupun ada yang buka hanya sebagian dan morang-orangnya duduk-duduk dmuka rimah berserta keluarganya. Seperti dusun yang tak berpenghuni, di dusun jeruk wangi jarang ada warung atau kedai, juga jarang ada took pracangan yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari, kalau ingin membeli kebutuhan pokok harus pergi kekota yang jaraknya 5 KM.

Masyarakat dusun jeruk wangi menjunjung tinggi adat kebiasaan yang ampai saat ini masih dipertahankan, apabila ada oran yang punya hajatan baik pernikahan aupun khitanan cara nonk                      ( bahasa jawa) menhantar makanan pada tetangga sangat unik dan betul-betul berbeda denan orang kota
Oleh : Niken Indraswari
NPM: 10.1.01.07.0127


No comments:

Post a Comment