TRIK CAH NDESO

May 8, 2014

UNGKAPAN HATI IBU KEPALA DESA

              
                        UNGKAPAN HATI IBU KEPALA DESA

Nganjuk, 28 April 2014
       Nganjuk- Pengajian rutinan ibu-ibu ahad legi desa Ngangkatan diselenggarakan di Balai Desa Ngangkatan. Pengajian ini merupakan pengajian yang dilaksanakan satu bulan sekali, pengajian ini termasuk pengajian akbar karena yang hadir adalah ibu-ibu dari empat dusun yaitu, dsn. Ngangkatan, Kemloko legi, Jentir dan Jati sari. Namun, perkiraan salah ternyata yang hadir sekitar 35 warga. Padahala biasanya mencapai 80  lebih warga yang datang.


“Ibu-ibu mungkin tidak hadir karena tahu kalau nanti Bu Suparmi akan membahas tentang pemilihan umum, kemarin.” kata Sriami salah seorang warga desa Ngangkatan, kemarin (27/4).
Di sela-sela ceramah Bu Suparmi, atau panggilan akrabnya Bu Lurah melampiaskan unek-uneknya kepada warga kerena dalam pemilihan kemarin ibu Suparmi tidak mendapatkan suara terbanyak, bahkan seribu suara pun tak ada. Padahal usaha untuk membunjuk warga agar memilih dalam pemilu kemarin, bu Suparmi tidak segan-segan mengeluarkan dana yang besar untuk kesejahteraan warga dan desanya. Seperti pelayanan gratis dalam mengurus surat-menyurat, jalan di sekitar desa diberi paving, pemberian gizi pada saat posyandu gratis dan sampai blusukan ke rumah warga. Tapi semua usaha yang dilakukan bu Suparmi tidak membuahkan hasil, buktinya beliau mendapatkan suara yang jauh dari perkiraan.
“Lho ibu-ibu pengajian ini kok sedikit sekali?” Padahal masa panen udah usai tidak ada alasan untuk tidak hadir ke pengajian ini, terutama dusun Jentir perwakilannya pun tidak ada ada yang hadir. Apa ibu-ibu tahu selain pengajian, nanti saya akan membahas masalah pemilihan kemarin?” ungkap bu Suparmi.
“Memang akan dibahas dalam pengajian ini. Saya itu heran kepada masyarakat disini, kurang enak gimana, saya sudah perjuangkan betul buat desa ini, tapi apa balasannya,  memamg kebangetan! Saya jadi Bu Lurah sudah hampir enam tahun seharusnya ibu-ibu ya sudah paham betul dengan saya. Biar saya dibilang Bu Lurah lagi marah-marah.” Kata bu Lurah, dengan nada bergurau tapi serius.
“Tapi saya juga menyadari, bahwa itu semua sudah menjadi hak warga Ngangkatan untuk siapa yang dipilihnya, agar kedepannya mengalami perubahan yang lebih baik. Kalau buat saya mungkin ini sudah takdir dan saya bisa mengambil hikmahnya.” ungkapnya.
Beliau berharap untuk pemilihan tahun depan, bisa mencalonkan lagi menjadi calon DPRD kabupaten Nganjuk, ia juga berharap bisa dipilih oleh semua masyarakat Nganjuk, khususnya desa Ngangkatan dan sekitarnya.

By: Puji Astutik (10.1.01.07.0141)

No comments:

Post a Comment